GENGSI KARENA PENDIDIKAN
GENGSI KARENA PENDIDIKAN
Kadang ada rasa enggan bila kita melakukan pekerjaan yang dirasa tidak sesuai dengan bidang pendidikan kita maupun latar belakang kita. Misal saja contoh simplenya adalah berjualan. Ah kan aku berpendidikan, kan aku seorang duta, kan aku senior dsb sehingga ketika melakukan pekerjaan seperti itu merasa minder dan gengsi. Padahal hidup tak selamanya bergantung kepada orang lain. Kita dihadapkan dengan masa yang tak pernah tahu akan seperti apa dimasa depan, di waktu esok, bahkan di waktu beberpa detik kedepan. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita, tak pernah tahu apa yang akan menimpa diri kita.
Kita memang harus gengsi, dimana sebagai seorang pelajar harus mendapat nilai baik dan berprestasi selama kita bisa. Kita harus gengsi dimana kita tak memiliki kegiatan, kesepian, akhirnya aktif berorganisasi maupun melakukan kegiatan positifnya masing-masing. Aku gengsi dimana rumah dan halaman rumahku kotor. Aku gengsi dimana aku tak memiliki kegiatan dan aku gengsi ketika aku nganggur.
Tingginya pendidikan seseorang bagiku justru adalah untuk menguatkan mental kita agar tidak mudah lemah menghadapi masa kehidupan di dunia ini. Ah kan aku berpendidikan tinggi, berarti aku harus lebih dari mereka yang tidak berkesempatan dapat bersekolah di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Setelah lulus sekolah bahkan lulus kuliah, kita tak pernah tahu apalah kita akan langsung mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan sesuai dengan pendidikan yang kita capai atau tidak. Untuk itu kita harus mandiri dan siap dalam menghadapi kehidupan ini setiap keadaan, dan jangan lupakan masih ada akhirat.
Download aplikasi woobiz sekarang juga dan raih kemandirian secara finansial dan berpenghasilan tambahan. Klik: bit.ly/woobizapp
Nur Fadilah - PIW Banyumas