TIRAKAT HIDUP

TIRAKAT HIDUP

Dalam hidup ini sejak kecil jarang sekali bermain hingga teman-teman merindukan bermain bersama, hingga ikut mengaji agar bisa main bersama disela-sela waktu mengaji. Sebelum kelas dua SD sudah bermain dengan puas, pagi sampai petang tak pernah dicariin orang tua, benar-benar bebas hingga rasanya sudah puas makanya main hanya sekali-kali saja.

Beranjak remaja sudah senang berorganisasi. Namun justru banyak yang tidak suka, mencemooh, meremehkan, mengucilkan dll. Saya tidak pernah ambil pusing karena di situlah mental di uji, tidak perlu menjadi beban, akan terlihat pula siapa saja orang yang tulus kepada kita. Buktikan saja dengan hasil, hingga orang tidak akan mempertanyakan lagi serta takkan ada lagi yang berani meremehkan. Air mata ini terlalu sayang untuk di teteskan dengan hal ringan. Tersenyum, tetap berbuat baik, tak marah, tidak sombong, selow saja, dan biasa-biasa saja. Bergaul bisa dengan siapa saja, bebas tanpa ada ikatan golongan alias independent. Teman tidak hanya di satu tempat, tapi bisa di mana saja. Sesekali main tetap main, nongkrong tetap nongkrong. Tak selamanya remaja, tak selamanya muda. Hanya ingin hidup ini bermanfaat, mencari ilmu, wawasan serta pengalaman. Tidak terpengaruh dengan omongan orang. Jika itu baik maka diambil, jika tidak ya tidak perlu.

Saat teman-teman mulai tumbuh asmara, bahkan berpacaran berkali-kali, tetap masih sama, akan membalas chatting saja mikir dulu. Memang sulit menghadapi dan menyikapi di saat masa-masa remaja yang sangat asyik untuk waktunya bermain. Namun saya percaya bahwa proses yang tidak sama maka akan menghasilkan hasil yang berbeda.

Organisasi itu hobby, tempat bermain serta belajar. Selamanya tetap akan menjadi aktivis. Suatu saat meninggalkan masa remaja, berpikir dewasa, prioritaskan keluarga dibanding dengan segalanya, tetapi semangat tetaplah muda membara. Di sanalah tempat pengganti hobby, bermain, dan belajar.

Tirakat hidup ini bukan dengan bersemedi, tapa di tempat angker ataupun dengan ritual-ritual seperti orang zaman dulu lakukan. Tirakat zaman kini adalah bisa dengan menjaga diri dari nafsu dan arusnya zaman, berusaha bertakwa kepada Sang Pencipta. Teruslah bertirakat dalam hidup ini, takkan berubah saat memiliki, justru semakin tambah bersyukur dan giat.
#keeplillah🤲
#amungtiyangalit


Postingan populer dari blog ini

Inikah Mimpi

Ada Rasa Diantara Kita