Almarhum Kakek

Almarhum Kakek

Waktu terus berjalan, dari anak-anak hingga dewasa kini. Kakek yang telah tiada masih saja terasa ada. Setiap kali pulang ke rumah lupa memanggil-manggilnya. Dua hari sebelum ia tutup usia aku bermimpi ia dipanggil Allah SWT. Seharian ku merenung, meneteskan air mata, tidur di sampingnya sembari memandanginya dengan tak kuasa menahan tangis. Kakek terbangun dan bertanya kenapa. Aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. Kakek berkata ingin ikut pemilu, tapi ia rasa tak kuasa untuk berjalan dan berkata usianya tidak akan lama lagi yang membuatku semakin tak kuasa menahan tangis.

Kakek yang selalu sehat bahkan setiap hari kuat ke hutan, tetapi suatu hari jatuh sakit hingga hanya berbaring di tempat tidur saja. Ku rawatnya hingga 5 hari. Di hari ke 5 ia terasa bugar, sehat, bercanda ria meski dalam hatiku menangis. Sore itu aku tidur di rumah. Kata nenek aku dicariin kakek. Dan keesokan harinya jam 7 pagi nafasnya sudah tak beraturan, matanya tak terbuka. Ku tuntunnya mengucapkan kalimat Laailaahaillallah serta bacaan yasin mengiringinya. Kakek wafat 2 Mei 2012 07.15 di usia 92 tahun setelah hari ulang tahunnya kemarin.

Selamat jalan kakek, engkau selalu berkata dalam mipiku bahwa engkau bahagia, tenang, dan damai di sisi Allah SWT. Aku rindu suara adzanmu, aku rindu menjadi makmum sholatmu. Rindu diajarimu aksara jawa. Rindu ceritamu kisah-kisah penjajahan Belanda dan Jepang. Rindu nyari rumput dan kayu bakar bareng.
#alfatihah

Postingan populer dari blog ini

Inikah Mimpi

Ada Rasa Diantara Kita