Kau dan Aku Tak Lagi Bisa Bersatu
Kau dan Aku Tak Lagi Bisa Bersatu
Hujan yang mengguyur kala itu
Ditemani beceknya jalanan
Menyeruak ke kaki mungil
Meninggalkan bercak kotor disana
Namun ku bergembira dengan sambutan itu
Ku berlari dengan girang
Menghayati setiap tetes air yang jatuh
Menimpa wajah nan sumringah
Setelah seharian berpetualang
Angin menerpa dengan lembut
Ku rasakan perpaduan hujan dan angin
Yang semakin terasa dingin
Kau rahmat Tuhan ditengah kepenatan
Lalu saat semua itu tak ada lagi dalam hidup
Saat ia tak lagi bisa bersahabat
Kau hanyalah kenangan
Yang selalu ku rindukan
Menyisakan kisah cerita kau dan aku
Yang tak lagi bisa menyatu
Menatapmu dari balik kaca jendela
Hanya saling berhadapan
Diam tak saling sapa
Menetes bersama-sama
Sambirata, 21/4/2020 18:20